PULSA-Pulsa Termurah |Dealer Pulsa Elektrik-Distributor Pulsa Murah Bisnis Pulsa Elektrik Pulsa murah Voucher Elektronik USSD Download gratis Free Forex MT4 EA Expert Advisor Fusion
Kamis, 2016-12-08, 7:02 AM

Pulsa Elektrik Termurah Jateng-Jakarta-Jogja-Jatim_Bandung

Detail Menu


Pulsa Elektrik
Download Gratis
Menu Utama
Free Backlink
Business Blogs
business blog Free Backlink Exchange-Tukar Link Sistema Enlaces Reciprocos Sistema Enlaces Reciprocos
Just copy this banner code to your website or blog:This program is a free automatic backlinks exchange services and free web traffic from other users. Everyone knows how important backlinks to get a high pagerank. Here, we offer a backlink for free and very fast for your sites. Copy the html code first, and then paste to your website or blog. To view your backlink you can click the image link from your website or blog. And well... your website url done and will be displaying in last references. If any visitors click this banner from your website or blog, your url backlink will be creating automatically in this website. Enjoy with this seo tricks.   

Recent Referer Backlinks

Backlink Friend

Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink Kostenlose Backlink Austausch Cárdenas.net Free Backlinks DAHOAM Free Backlinks Linki Linki Free Backlinks ECBanner Die Gute Saat Free Automatic Link Die Gute Saat Free Automatic Link Free Backlinks Exchange Free Automatic Link kostenlose backlinks Free Automatic Link echange de liens Free Automatic Link Free Automatic Link Intercambio de enlaces Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Elvira Links Free Automatic Link Free Automatic Link Intercambio gratis de Enlaces Free Backlinks Free Backlinks Free Backlinks Free Backlinks Enlaces Gratis Unlimited Backlink Exchange Unlimited Backlink Exchange Free Backlinks Streichquartett Tradiciones Peruanas de Ricardo Palma














Streichquartett Automatic Backlink Exchange Free Automatic Link Multiple Backlinks


La Bonne Semence Free Automatic Link Plugboard Free Backlink Exchange
Web Link Exchange Text Backlink Exchanges Soqoo Link Exchange Text Back Link Exchange Text Back Links Exchange Text Back Links Exchanges backlink Hochzeitsmusik - Streichquartett backlink backlink Free Auto Backlink Generator Get a Free Backlink Florists Links top backlinks referers free Get a Free Backlink trafic backlinks Kostenlose Backlinks bei http://www.backlink-clever.de
SEO-Supreme Professional search tools for free referents backlinks backlinks refere free instant backlink for blog and website
[ New messages · Members · Forum rules · Search · RSS ]
Page 1 of 11
Forum » Info Ilmu Islam » Pengetahuan Marifat » EKSPLORASI LANJUT ATAS DIRI, KESADARAN, DAN TUHAN (The Greatest Secret Of God Quotient 2)
EKSPLORASI LANJUT ATAS DIRI, KESADARAN, DAN TUHAN
dibyoDate: Kamis, 2009-10-08, 1:52 AM | Message # 1
Colonel
Group: Administrators
Messages: 154
Reputation: 0
Status: Offline
2. EKSPLORASI LANJUT ATAS DIRI, KESADARAN, DAN TUHAN .The Greatest Secret Of God Quotient Sebuah Jalan Untuk Menerima Kecerdasan Ilahiah

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk (afaq) dan pada diri mereka sendiri (anfus) sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar (al-haqq)” (QS Fushilat : 53)

Pada pelajaran tentang On-Line dengan ALLAH pada buku The Way of Holictic Relaxation terdahulu, saya telah menyinggung sedikit tentang diri manusia yang terdiri dari segmen-segmen kesadarannya berupa cipta, karsa, rasa dengan Jiwa sebagai pusat atau intinya. Dalam buku ini, saya mengajak Anda untuk melakukan eksplorasi lebih jauh dan lebih dalam lagi mengenai diri. Untuk itu - Marilah kita lebih jauh lagi dengan ekplorasi tentang Hakikat diri. Apakah manusia itu? Siapakah manusia itu?

Mengenal Hakikat Diri
Marilah kita melakukan proses pengenalan diri secara lebih detail dengan dimulai dari bagian diri yang paling eksternal yaitu tubuh, kemudian pikiran, hati, dan selanjutnya jiwa. Proses pengenalan diri yang akan kita diskusikan dalam buku ini akan selalu dikaitkan dengan proses bagaimana menemukan dan meningkatkan Kesadaran Diri, yaitu dalam konteks spiritualitas. Mengapa dalam konteks spiritual ? tidak lain adalah karena seperti dikatakan oleh Filsuf Pierre Teilhard De Chardin, “Kita bukanlah mahkluk fisik yang mempunyai pengalaman spiritual; kita adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman fisik”.

Starting pointnya adalah dari tubuh kita.
Jasmani manusia merupakan sistem organisme hidup yang paling kompleks sekaligus paling sempurna diantara semua makhluk hidup. Secara biologis, tubuh manusia adalah puncak kesempurnaan dari evolusi organisme hidup.

Jasmani manusia terdiri dari berbagai sistem seperti: pertulangan, pencernaan, peredaran darah, reproduksi, ekskresi, sekresi, hormonal dan sistem syaraf. Didalam sistem-sistem tersebut terdapat organ-organ yang menopang kehidupan manusia, seperti jantung, paru-paru, ginjal, limfa, lambung, usus dsb.

Sistem-sistem dalam tubuh manusia begitu luar biasa sempurnanya, sehingga tidak dapat di tandingi dengan sistem-sistem buatan manusia manapun juga. Tubuh manusia adalah sebuah Kuasa yang Maha Hebat, Maha Canggih, Maha Luar Biasa Dasyhat. Adalah bentuk Qudrat Tuhan Yang Maha Luar Biasa – Bentuk Kuasa ALLAH Yang Maha Dasyhat.

Menurut kalkulasi Fisika paling tidak manusia mengandung kekuatan sebesar 1000 Megaton. Besaran energi yang bila dikonversikan menjadi listrik dapat memenuhi kebutuhan energi listrik seluruh tanah jawa. Luar biasa dasyhat bukan – Kuasa ALLAH yang berupa tubuh manusia.

Tubuh manusia adalah bagian dari Alam Semesta,
Tubuh manusia adalah bagian dari alam semesta fisika. Dalam tubuh manusia mengandung hampir semua unsur alam. Dalam tubuh manusia tersusun dari tiga fase materi: padat, cair dan gas serta mempunyai kandungan energi (terutama kalor).

Tubuh manusia tidak saja merupakan bagian dari ALAM SEMESTA, akan tetapi merupakan model atau prototipe ALAM SEMESTA. Menurut verifikasi para ilmuwan dalam tubuh manusia terdapat tidak kurang 90 macam unsur dari 108 unsur ALAM SEMESTA. Dari semua mahkluk tentu jumlah ini adalah jumlah yang terlengkap. Selain daripada itu dalam tubuh manusia juga terdapat materi dalam tiga (3) bentuk fasenya: padat, cair dan gas dan tentunya juga mengandung energi. Secara material manusia adalah bentuk evolusi tersempurna dari semua materi yang ada di dalam ruang-waktu berdimensi empat (4) ALAM SEMESTA.

Sistem Saraf dan Kesadaran
Diantara system dalam tubuh manusia yang paling menarik untuk dikenali lebih mendalam adalah system sarafnya. Sistem saraf manusia menjadikan manusia menjadikan makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup lainnya, dengan ini manusia menjadi mempunyai apa yang dinamakan “Kesadaran”.
Cellular Memory: Jaringan Sel-sel Organ Tubuh Manusia Memiliki Memori
Dalam tubuh manusia tersebar Kesadaran atau dengan kata lain tubuh itu juga mempunyai bentuk kecerdasan, karena ternyata jaringan sel-sel tubuh mempunyai memori.Untuk memahami ini alangkah baiknya kita simak hasil riset yang dituturkan kembali oleh seorang sumber dari : http://www.med.unc.edu/ sebagai berikut :
Seorang anak laki-laki 18 tahun, yang suka puisi, bermain musik, dan menggubah lagu, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil dan setahun kemudian, secara kebetulan orangtuanya menemukan sebuah lagu yang telah direkam dan digubah anaknya dengan judul: “Danny, My Heart is Yours’ (Danny, jantungku itu milikmu), seolah anak laki-laki itu telah mengetahui bahwa ia akan segera menemui kematian sehingga ia “mewasiatkan” untuk memberikan jantungnya kepada seseorang.
Ternyata si penerima donor jantung anak laki-laki itu adalah seorang gadis berusia 18 tahun bernama Danielle. Ketika Danielle menemui orangtua pemberi donor, Danielle memainkan beberapa musik yang seolah telah akrab dengan Danielle, padahal musik tersebut tidak pernah didengar Danielle sebelumnya, dan yang menarik, Danielle bahkan mampu melengkapi sebuah lagu yang belum diselesaikan si pemberi donor.
Dalam kasus lain, seorang pria kulit putih berusia 47 tahun menerima donor jantung dari seorang laki-laki kulit hitam, Afrika-Amerika, 17 tahun. Si penerima donor dikejutkan oleh kesukaannya akan musik klasik. Pria kulit putih ini menemukan kemudian bahwa si pendonor kulit hitam itu pecinta musik klasik dan senang bermain biola dan dia mati tertembak dalam mobilnya dengan posisi masih mencengkram biolanya.
Kasus lain yang tidak kalah menarik; seorang wanita lesbian 29 tahun, yang menyukai makanan cepat saji (seperti Mac Donald, KFC, AW dan semacamnya) menerima donor jantung dari seorang perempuan vegetarian 19 tahun yang “gila” laki-laki. Si penerima donor yang lesbian melaporkan bahwa setelah operasi transplantasi jantung, ia mulai merasa jijik jika melihat makanan yang mengandung daging dan dia tidak lagi tertarik kepada wanita.
Kasus lainnya, seorang pria berusia 47 tahun menerima donor jantung dari seorang gadis remaja 14 tahun yang pandai senam (gymnast) dan mempunyai permasalahan dengan ketidakteraturan makan. Setelah pencangkokan, penerima donor dan keluarganya melaporkan kecenderungan pria penerima donor yang antara lain : mual setelah makan, memiliki sifat riang yang kekanak-kanakan dan centil seperti gadis-gadis remaja genit.
Setelah meneliti kasus-kasus di atas yang dikumpulkan Leslie A. Takeuchi, BA, PTA, seorang asisten fisio terapi, Leslie meyakini bahwa seluruh tubuh dan pikiran manusia tidaklah terpisahkan. Ada keterkaitan antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia.
“Dalam pekerjaan saya yang menyangkut sejumlah penyakit kronis, saya telah mengambil pandangan lebih dekat mengenai keterkaitan pikiran dan materi, tubuh dan emosi, sebagai kunci untuk penyembuhan. Di dalam penelitian ini, saya mempelajari teori emosi atau memori yang bagaimanapun juga tersimpan di dalam jaringan tubuh manusia dan kemudian termanifestasi dalam bentuk rasa sakit secara fisik.” kata Leslie menceritakan pengalamannya.
Dari sejumlah laporan penerima (donor) organ transplantasi yang paling banyak mengalami perubahan adalah : kepribadian, selera/cita-rasa terhadap makanan, selera musik, dan aktivitas-aktivitas seksual.
Apakah mungkin memori kita juga berada di dalam sel-sel tubuh kita selain berada di dalam otak kita?
Kebanyakan orang saat ini menganggap memori (ingatan) hanya terkait dengan fungsi otak, sementara saat ini sudah banyak ilmuwan yang menolak anggapan tersebut.
Candace Pert, penulis buku “Molecules of Emotion: Why You Feel the Way You Feel” mengatakan, “Memori tidak hanya tersimpan di dalam otak, tetapi juga tersimpan di dalam sebuah jaringan psikomatis yang meluas ke seluruh organ internal tubuh sampai ke permukaan luar kulit manusia.”
Setelah menemukan bahwa neuropeptides ada dalam semua jaringan tubuh manusia, Pert meyakinkan bahwa melalui cellular receptor (sel-sel yang peka rangsangan), kemungkinan pikiran atau memori tinggal di dalam bawah sadar atau kesadaran manusia yang secara psikologis telah terjadi jalinan hubungan antara memori, organ dan pikiran.
Para saintis dari Universitas Arizona dan penulis The Living Energy Universe, Gary Schwartz, PhD, dan Linda Russek, PhD, mengemukakan hipotesa universal living memory (memori yang berada di segenap alam semesta) yang mereka yakini bahwa “Semua sistem menyimpan energi secara dinamis…dan informasi ini diteruskan sebagai suatu kehidupan, atau sistem yang berkembang setelah struktur fisik telah terbentuk.
Schwartz dan Russek percaya bahwa teori inilah yang bisa menjelaskan bagaimana informasi dan energi dari jaringan pendonor bisa muncul secara sadar ataupun tidak sadar pada si penerima donor.
Paul Pearsall, MD, seorang psychoneuroimmunologist dan penulis buku The Heart’s Code, telah meneliti pemindahan memori melalui pencangkokan organ tubuh. Setelah mewawancarai hampir 150 penerima donor jantung dan organ tubuh lain, Pearsall mengemukakan suatu penemuan bahwa ternyata jaringan sel-sel yang hidup mempunyai kapasitas untuk mengingat.
Akhirnya pada musim semi 2002, bersama Schwartz dan Russek, Pearsall melakukan satu penelitian, yang diterbitkan Journal Near-Death Studies, dengan judul, “Perubahan Paralel Kepribadian Pada Penerima Donor Jantung Dengan Si Pendonor.”
2008 ini, sebuah film berjudul The Eye yang dibintangi Jessica Alba mengisahkan kasus Cellular Memory ini. Hanya saja di dalam film tersebut yang dicangkok adalah mata bukan jantung seperti yang banyak diungkap para peneliti.
Namun semua penemuan itu mengingatkan saya pada ayat-ayat Quran : “Pada hari , lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-Nur [24] ayat 24)
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS Yaasin [36] ayat 65)

Otak Pusat Sistem Saraf
Berkenaan dengan otak, system saraf dan Kesadaran Manusia ada baiknya saya kutipkan ungkapan menarik dari Ronggowarsito seorang Sufi Jawa abad ke sembilan belas, dimana beliau mengungkapkan, bahwa: “Sesungguhnya AKU mengatur singgasana dalam Baitul Makmur. Rumah tempat kesukaan-KU, yang berada di kepala Adam. Yang ada dalam kepala, yaitu otak, diantara otak ada manik, dalam manik ada budi, dalam budi ada emosi, dalam nafsu ada suksma, dalam suksma ada rahsa, dan dalam rahsa ada AKU, tidak ada Tuhan kecuali AKU, DZAT yang meliputi semua keadaan”. (Hidayat Jati : Susunan dalam Singgasana Baitul Makmur)

Yang menarik dari ungkapan Ronggowarsito adalah bahwa pernyataan ini sangat sesuai dengan apa yang ditemukan oleh para pakar neurology modern tentang hubungan antara otak dan kecerdasan manusia. Ditinjau dari segi ilmu saraf, semua sifat kecerdasan itu bekerja melalui, atau dikendalikan oleh otak beserta jaringan sarafnya yang tersebar di seluruh tubuh.

Otak yang dimaksud oleh Ronggowarsito tidak lain adalah organ manusia yang berada didalam tengkorak kepala. Otak manusia mengandung sel saraf atau neuron sebanyak 10-100 miliar. Ada sekitar seratus jenis yang berbeda, dan separo diantaranya terletak di bagian otak yang termaju tahap evolusinya, yaitu cerebral cortex. Neuron atau yang disebut manik oleh Ronggowarsito memiliki bentuk seperti pohon yang memiliki akar (dendrit), tubuh sel (soma), dahan (akson), dan cabang (ujung akson). Setiap neuron menerima input-input cerapan ke dendrite yang dapat menstimulasi atau menyimpannya. Input ini menjalar ke arah tubuh sel, dengan kekuatan semakin melemah. Jika stimulus-stimulus dalam jumlah tertentu mencapai tubuh sel pada suatu waktu, ia mengirimkan potensial aksi disepanjang akson. Potensi aksi itu merambat, seperti aliran listrik sampai ia mencapai ujung akson. Ujung-ujung akson ini pada gilirannya membentuk sinapsis (sambungan) pada dendrite dari neuron tetangganya.

Sebuah neuron piramida korteks punya 1-10 ribu sinapsis yang berkomunikasi secara langsung dengan neuron-neuron yang lain, terutama disekitar korteks. Kebanyakan sinapsis bekerja dengan penjalaran kimiawi. Ujung akson dari sebuah neuron mengeluarkan sejenis zat kimia yang disebut sebagai neurotransmitter, yang pada gilirannya mengeluarkan atau menyimpan dendrite yang disentuhnya. Lebih dari itu selusin neurotransmitter semacam itu diketahui digunakan dalam system otak yang berbeda, yang mempengaruhi kemampuan atau keadaan mental dan emosi.

Noradrenalin, misalnya merangsang seluruh bagian otak. Jika jumlahnya terlalu sedikit, ia mengakibatkan depresi; jika terlalu banyak menimbulkan mania. Asetilkolin merangsang lapisan luar korteks dan memungkinkan terjadinya osilasi saraf koheren yang mempengaruhi kesadaran. Kekurangan asetilkolin akan mengganggu osilasi ini dan akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Seronotin merangsang system terntentu dalam otak, dan kekurangan zat ini akan mengakibatkan depresi. Neuro transmitter aktif lain adalah, dopamine, juga merangsang seluruh otak. Dalam keadaan depresi, jumlah dopamine dibeberapa tempat didapati terlalu sedikit.

Fungsi neuron mirip dengan perangkat sinyal, mirip dengan unsur elektronik dalam jaringan telekomunikasi dan computer. Sistem neuron yang berinteraksi dapat menghasilkan osilasi medan listrik dan menghasilkan kecerdasan. Baik kecerdasan serial (IQ), kecerdasan asosiatif (EQ) maupun kecerdasan unitive (SQ).

Budi – Pikiran Seri : Otak IQ
Kembali kepada terminologi Ronggowarsito, yang menjelaskan bahwa didalam manik ada Budi. Dalam bahasa kekinian (psikologi) sebenarnya istilah Budi yang dimaksud oleh Ronggowarsito adalah apa yang dinamakan oleh dunia psikologi modern dengan pengertian kecerdasan intelektual atau IQ.

Dari pengetahuan neurology kita tahu, bahwa didalam otak manusia terdapat sejenis jaringan saraf yang dikenal dengan jalur saraf (neural tracts). Jaringan inilah yang memungkinkan manusia mampu berpikir yang sifatnya linier, logis dan tidak melibatkan perasaan sama seperti komputer.

Jalur saraf menyerupai jaringan telepon kabel. Akson dari sebuah kelompok neuron merangsang dendrite dari sebuah/sekelompok neuron tetangga, dan sebuah sinyal listrik-kimiawi merambat disepanjang deretan neuron yang bekerja dalam sebuah/serangkaian pemikiran. Setiap neuron dalam rangkaian ini bisa disetel dalam keadaan hidup (on) atau mati (off). Jika satu bagian mana saja dari rangkaian itu rusak atau mati, seluruh rangkaian akan berhenti bekerja, seperti sederetan lampu yang dirangkai seri.

Jalur saraf bekerja menurut program yang telah ditetapkan, sesuai dengan aturan logika formal. Dengan demikian, proses belajar berjalan tahap demi tahap. Jalur saraf ini menghasilkan mekanisme berpikir yang bersifat logis, rasional, akurat, tepat, deterministik, dan dapat dipercaya.

Nafsu-Emosi-Pikiran Asosiatif : Otak EQ
Setelah kita mengenal Budi atau Otak IQ kita, marilah kita masuk ke lapisan diri yang lebih dalam yaitu nafsu/emosi atau yang sekarang dikenal dengan Otak EQ.

Dalam perpektif kecerdasan, Emosi adalah hasil dari proses berpikir dengan menggunakan hati dan tubuh. Jenis pemikiran ini membantu kita untuk menciptakan asosiasi antar hal, misalnya antara rasa lapar dan nasi, antara rasa haus dan air dingin, antara rasa sejuk dan udara pegunungan, antara suara ledakan dan bahaya. Pemikiran asosiatif mendasari sebagaian besar kecerdasan emosional murni-kaitan antara satu emosi dan yang lain, antara emosi dan gejala tubuh, antara emosi dan lingkungan sekitarnya. Ia memungkinkan kita mengenali pola-pola, seperti wajah, aroma, bunyi, cita rasa dan belajar ketrampilan gerak seperti mengendarai sepeda atau mobil.

Struktur di dalam otak yang digunakan untuk berpikir asosiatif dikenal sebagai jaringan saraf (neural network). Setiap jaringan ini mengandung serangkaian saraf hingga mencapai seratus ribu. Setiap sel saraf (neuron) dalam satu gugus bisa dihubungkan dengan ribuan gugus saraf yang lain. Tidak seperti jalur saraf (neural tract) yang begitu pasti, setiap neuron dalam jaringan saraf (neural network) bertindak terhadap atau menerima tindakan dari neuron-neuron yang lain secara simultan.

Berbeda dengan jalur saraf seri-yang taat aturan, taat program, dan tidak bisa belajar-jaringan saraf mampu mengembangkan dirinya sendiri melalui interaksinya dengan pengalaman. Keunggulan atau kelebihan berpikir asosiatif adalah bahwa ia dapat berinteraksi dengan pengalaman dan dapat terus-menerus berkembang melalui pengalaman atau eksperimen.

Sukma-Jiwa-Pikiran Unitif: Otak SQ
Kita telah mengenali dua bagian dari lapisan kesadaran kita: Budi - IQ atau kecerdasan intelektual, kecerdasan serial yang berguna untuk memecahkan masalah logika dan strategis. Nafsu - EQ atau kecerdasan emosional, kecerdasan asosiatif yang memberi kita kesadaran mengenai perasaan milik diri dan juga perasaan milik orang lain. EQ memberi kita empati, cinta, motivasi, dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat. Sebagaimana dinyatakan oleh Goleman, EQ merupakan persyaratan dasar untuk menggunakan IQ secara efektif. Jika bagian-bagian otak untuk merasa telah rusak, kita tidak dapat berpikir secara efektif.

 
dibyoDate: Kamis, 2009-10-08, 1:52 AM | Message # 2
Colonel
Group: Administrators
Messages: 154
Reputation: 0
Status: Offline
Pararel dengan konsep Ronggowarsito yang menyatakan bahwa didalam nafsu itu ada sukma, Danah Zohar dan Ian Marshal mengetengahkan ide besarnya bahwa:

“Saat ini, pada akhir abad kedua puluh, serangkaian data ilmiah terbaru, yang sejauh ini belum banyak dibahas, menunjukkan adanya “Q” jenis ketiga. Gambaran utuh kecerdasan manusia dapat dilengkapi dengan perbincangan mengenai kecerdasan spiritual-disingkat SQ. SQ yang saya maksudkan adalah kecerdasan untuk menanggapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk mendapatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif, SQ adalah merupakan kecerdasan tertinggi.

Baik konsep Ronggowarsito dengan istilah sukma maupun Danah Zohar & Ian Marshall dengan istilah SQ nya, keduanya berbicara tentang substansi yang sama. Bahwa, manusia itu pada dasarnya adalah makhluk spiritual. Sebagai makhluk spiritual, manusia mampu merasakan suatu kerinduan untuk melihat hidup kita dalam konteks yang lebih luas dan bermakna. SQ memungkinkan manusia menjadi kreatif, mengubah aturan dan situasi. SQ memberi kita rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku dibarengi dengan pemahaman dan cinta. Kita menggunakan SQ untuk bergulat dengan ihwal baik dan jahat, serta untuk membayangkan kemungkinan yang belum terwujud-untuk bermimpi, bercita-cita, dan mengangkat diri kita dari kerendahan. SQ mengintegrasikan semua kecerdasan kita. SQ menjadikan kita makhluk yang benar-benar utuh secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Danah Zohar & Ian Marshall banyak berbicara tentang Jiwa yang diistilahkan sebagai SQ dengan mengaitkannya dengan bukti-bukti ilmiah, sementara Ronggowarsito banyak mengungkapkan Jiwa dari aspek Metafisik. Walaupun berbeda dalam sudut pandang, baik Ronggowarsito maupun Danah Zohar & Ian Marshall menempatkan Jiwa sebagai Pusat atau Inti dari manusia. Untuk lebih jelasnya, marilah kita ikuti pandangan kedua mazhab psikologi manusia ini secara lebih jauh.

Yang pertama, mari kita simak terlebih dahulu dengan apa yang disajikan oleh Danah Zohar & Ian Marshall. Pasangan suami istri ini lewat buku internasional best sellernya “SQ”, banyak mengulas Jiwa atau Pusat Eksistensi manusia dengan kajian-kajian bersifat ilmiah, aspek neuorologis, psikologi dan fisika. Menurutnya, ada jenis kecerdasan selain IQ dan EQ, yaitu kecerdasan yang memberi kita makna, yang melakukan kontekstualisasi, dan bersifat transformatif. Danah Zohar & Ian Marshall memperkenalkan kemampuan ini dengan istilah “kecerdasan spiritual” atau SQ. Dengan kecerdasan ini manusia dimungkinkan untuk berpikir kreatif, berwawasan dalam, dan intuitif.

Kecerdasan spiritual menyebabkan kita mampu berpikir menyatukan (unitive thinking). Kesadaran yang menangkap ruang itu sebagai keutuhan. Lalu bagaimana kemampuan ini bisa dimiliki manusia?

Penelitian yang dipimpin oleh Wolf Singer dan Charles Gray dari Frankfurt menemukan fakta, bahwa ketika seseorang mencerap suatu benda, misalkan sebuah gelas kopi, maka sel-sel saraf di setiap bagian tertentu dari otak yang terlibat dalam proses tersebut berosilasi secara seragam, dengan frekuensi 35-45 Hz. Osilasi sinkron ini menyatukan respons cerapan yang berbeda-beda terhadap gelas tersebut – bentuknya, warnanya, tingginya, dan sebagainya – dan memberi kita pengalaman tentang benda yang utuh dan solid.

Lebih lanjut, seperti yang ditulis oleh Danah Zohar dan Ian Marshall – terdapat bukti kuat bahwa osilasi sel saraf sinkron pada rentang 40 Hz:

• Mengantar pemrosesan informasi sadar antara system saraf seri dan pararel di dalam otak, memungkinkan sejenis koordinasi yang telah diperlihatkan dalam percobaan permainan catur, atau dalam hubungan IQ-EQ yang digambarkan oleh Damasio.
• Kemungkinan besar merupakan basis saraf (neural basis) bagi kesadaran itu sendiri dan bagi seluruh pengalaman – sadar, termasuk persepsi akan benda, akan makna, dan kemampuan dalam membingkai dan membingkai ulang pengalaman.
• Merupakan basis saraf kecerdasan unitif yang lebih tinggi, yang dalam buku international best sellernya yang berjudul SQ disebut spiritual intelligence (kecerdasan spiritual).

Jiwa Adalah Pusat Eksistensi Manusia
Walaupun tubuh adalah bagian dari manusia yang paling terlihat dan jelas, bagian dari manusia yang bergerak disekitar dunia fisik. Tetapi sesungguhnya tubuh adalah bagian yang paling tidak signifikan dalam diri. Karena tubuh hanyalah sarana yang Anda tempati, wadah bagi jiwa. Tubuh diperlukan agar dapat membuat segala sesuatu terjadi didunia fisik dan memperoleh hasil. Tetapi kita jauh

Baik tradisi barat maupun timur sepakat bahwa Jiwa adalah pusat dari eksistensi manusia. Dan secara cerdas baik Ronggowarsito maupun Ian Marshall dan Danah Zohar telah menyampaikan hal ini dalam model yang sama, bahwa:

Ada tiga kecerdasan dasar manusia (rasional, emosional, dan spiritual), tiga pemikiran (seri, asosiatif, dan penyatu), tiga jalan dasar pengetahuan (primer, sekunder, dan tersier), dan tiga tingkatan diri (pinggiran – ego personal, tengah-assosiatif dan interpersonal, pusat-transpersonal).

Pada hakikatnya,
Baik konsep Timur Tradisional (yang diwakili oleh pemikiran Ronggowarsito) maupun konsep Barat Modern (yang diungkapkan secara ilmiah oleh Danah Zohar & Ian Marshall) sepakat bahwa pusat Diri atau Eksistensi Manusia adalah Jiwa atau Roh.

Dimensi Metafisik Kesadaran,
Walaupun Penelitian Neuropsychologia mutakhir mengenai osilasi saraf 40 Hz cukup memuaskan dalam menjelaskan bagaimana Pikiran Sadar timbul, namun sebagus-bagusnya mereka mencoba menguak spiritualitas manusia – mereka masih berpijak pada perspektif materialistic belaka. Ilmu pengetahuan modern belum menyentuh dimensi Transendensi dari Kesadaran itu sendiri, belum mengungkapkan fenomena metafisika Kesadaran. Padahal Kesadaran manusia, adalah fenomena yang tidak dapat dilepaskan juga dengan hal yang bersifat metafisika. Ilmuwan bisa saja menjelaskan, bahwa Pikiran Sadar – muncul dari hasil osilasi koheren 40 Hz dari sel saraf semata akan tetapi mereka tidak akan mampu menjawab sebuah pertanyaan – “Bagaimana otak dapat berosilasi koheren 40 Hz dan menimbulkan pikiran sadar?

Oleh karena itu untuk mendapatkan pemahaman tentang Kesadaran secara lebih utuh – kita memerlukan pengetahuan yang bersifat metafisika. Kesadaran adalah proses transenden-bahwa kesadaran kita berhubungan dengan sebuah realitas yang lebih dalam daripada sekedar hubungan dan vibrasi sel-sel saraf belaka. Untuk keperluan yang lebih holistic ini, saya mengajak Anda menyimak pemikiran Psikologi Transpersonal dari seorang sufi Jawa – Ronggowarsito tentang “Baitul Makmur”.

Singgasana Baitul Makmur: Lebih Dalam Lagi Dengan “Kesadaran”

Jika kita mencermati konsepsi Baitul Makmur Ronggowarsito maka kita akan dituntun lebih jauh tentang hubungan eksistensi Kesadaran/Kecerdasan Manusia dengan eksistensi yang lebih dalam (esoteric). Kita akan menemukan titik terang yang lebih detail dengan apa yang disebut oleh Danah Zohar & Ian Marshall dengan Sumber (Lumpur) dalam Teratai Diri Dasar (SQ : Model Baru Tentang Diri, hal 108).

Sekarang,
Ambil Posisi santai, biarkanlah tubuh Anda menjadi tenang, pernafasan Anda menjadi teratur, pikiran Anda menjadi terkendali. Heningkan pikiran Anda dan kemudian renungkan konsepsi “Baitul Makmur “ – Ronggowarsito berikut ini, bahwa:

“……dalam sukma/jiwa ada rahsa, dan dalam rahsa ada AKU, tidak ada Tuhan kecuali AKU, DZAT yang meliputi semua keadaan”.

Fokuskan Kesadaran Anda pada renungan ini, baru Anda lanjutkan membaca bagian berikut buku ini

Mari kita lanjutkan diskusi kita untuk Masuk Lebih Jauh ke Dalam Diri,
Didalam model Baitul Makmur Ronggowarsito kita menemukan satu terminologi baru: AKU. Yang kurang lebih pararel dengan istilah “Sumber” – “Lumpur” dalam model Teratai Diri dari Danah Zohar dan Ian Marshall dalam bukunya yang berjudul SQ. Walaupun Zohar & Marshall telah menyinggung perihal “Akar” dari Segala Eksistensi ini, namun mereka tidak membahasnya secara lebih jelas, oleh karena itulah untuk kepentingan pendalaman ini - saya mengajak Anda untuk menoleh pada model yang lebih dalam dan utuh – Model Baitul Makmurnya dari Psikologi Transpersonalnya Ronggowarsito.

SANG AKU yang dimaksudkan oleh Ronggowarsito adalah aspek DIRI yang berada diluar segala bentuk. Inilah yang disebut Sumber, Tuhan, dan Wujud – dengan berbagai nama dalam Tradisi. Sumber atau Akar Diri yang berada diluar kesadaran adalah Sumber, Akar, Dasar keberadaan itu sendiri, Sumber segala manifestasi/alam semesta, dan Sumber Utama dari Energi yang mengejewantah menjadi semua Kesadaran/Kecerdasan.

Dalam qur’an – SANG AKU ini disebut ALLAH:

“Sesungguhnya AKU ini adalah ALLAH, tidak ada Tuhan selain AKU.”
(QS. Thaahaa : 14)

ALLAH adalah Tuhan-nya Manusia yang juga Tuhan Seru Sekalian Alam.

Rahsa: Lebih Dalam dengan Dimensi Metafisika Kesadaran
Yang menarik dari Model Diri Ronggowarsito adalah memperkenalkan elemen “rahsa”. Sebagai tingkat Kesadaran dan Eksistensi Diri yang lebih dalam dari jiwa atau roh sebagai pusat manusia. “Kebenaran Batin yang tersembunyi dalam jiwa”. Rahsa disini adalah perantara antara SANG AKU (TUHAN) dengan pusat manusia (jiwa/roh).

Lebih Jauh dengan Rahsa atau Sir,
Rahsa yang dimaksudkan dalam konsepsi Kesadaran Manusia oleh Ronggowarsito sebenarnya adalah apa yang dalam Tradisi Tasawuf Islam disebutkan dengan istilah teknis “Serr-i Haqq” – Sirrulloh atau Min Ruhi (Roh-KU) seperti yang diungkapkan dalam Qur’an:

“Dan ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya –“AKU”-akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila AKU telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya Roh-KU, maka tunduklah kepadanya dengan bersujud”.(QS Al-Hijr : 28-29).

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. (Q.S. Sajadah 7-9)

Min Ruhi atau “Serr – i Haqq” adalah Roh Universal. Roh Universal tidaklah didalam dan tidak pula di luar tubuh, tidak terlepas dari dan tidak terikat kepada tubuh, dia adalah keduanya, di dalam dan di luar, keduanya terlepas dan terikat. Semua roh individual adalah refleksinya. Dia adalah Roh Tuhan, yang ditiupkan dalam diri manusia - Nafakhtu fiihi min Ruuhii:

“AKU tiupkan kedalamnya roh-KU”

Dalam tradisi Buddisme, Roh Universal ini dikatakan sebagai: “Kedalaman ketaksadaran hakikat manusia. Laut Tanpa Dasar dari Hakikat Buddha”.

Serr- i – Haqq atau Sir adalah samudera kesadaran di latar belakang (background consciousness) sedangkan IQ, EQ, SQ adalah merupakan gelombang-gelombang yang berada diatasnya – modulasi dari aktivitas osilasi dasar.

“Ke-ruh-an” atau Roh Universal adalah SATU dengan AKU atau DIRI TUHAN sebelum manifestasinya dalam tubuh manusia. Roh adalah perintah (amr) dari TUHAN dan tidak termasuk dalam kategori penciptaan seperti malaikat, jin, hewan, tumbuh-tumbuhan, bumi, bulan, matahari, bintang, galaksi dan sebagainya, tetapi langsung dengan nafas Ilahi.

Pada saat Roh Universal belum masuk ke dalam tubuh ia merasakan segala sebagai sesuatu SATU ke-SATU-an. “AKU adalah Semua, dan Semua adalah AKU. Ia dapat melihat dan mengerti segala sesuatu tanpa keterbatasan. Setelah masuk kedalam tubuh, maka Roh Universal menjadi terbatas dalam bentuk sebagai jiwa individual dan tampak beragam. Keterbatasan dan keserberagaman ini timbul dari hubungannya dengan tubuh-tubuh. Seolah-olah ada roh saya, roh Anda dan roh manusia lain. Padahal hakikatnya roh saya, roh Anda, roh manusia lain adalah SATU, yaitu Roh Universal atau Min Ruhi.

“Roh segala jasad itu adalah satu, sedang yang berbilang itu hanya jiwa (nafs) atau (roh individual). Maka jiwa (roh individual) itulah yang mengalami mati, namun Roh Universal tidak akan mati, karena berdirinya Roh Universal itu adalah dengan Haq Ta’aala pada semua keadaan”
(Syech Abdul Ghani An-Nablusi)

Tubuh telah membuat kesadaran Roh Universal yang masuk kedalamnya menjadi terbatas dalam bentuk egoisme atau ke-aku-an. Sebagai ilustrasi untuk memahami hubungan antara roh individual dan Roh Universal adalah, seperti sekendi air di dalam telaga. Dimana, sebenarnya air dalam kendi adalah juga bagian dari air telaga secara keseluruhan. Air yang berada didalam kendi nampaknya terpisah dari air telaga hanya karena kehadiran bejana kendi itu – dimana dipisahkan oleh bejana kendi tersebut. Ibarat bejana kendi ini, tubuh telah menyebabkan roh individu yang merupakan bagian dari Roh Universal menciptakan “ego” yang terbatas sehingga merasakan kehadiran dirinya telah memisahkan diri dari Roh Universal. Tetapi ketika kendi dipecahkan, air dalam kendi akan menyatu dengan air telaga secara keseluruhan; ketika “egoisme” atau rasa individualitas itu lenyap dan tidak ada lagi perpisahan antara kesadaran roh individual dengan Roh Universal, maka akan muncul Kesadaran Universal menggantikan “egoisme” sempit.

Ketika manusia baru terlahir ke dunia (masih bayi), bejana “ego” nya sangat tipis sekali sehingga belum mampu membedakan antara “ego” atau aku dengan bukan “ego” atau selain aku. Bayi yang masih fitrah ini menyadari bahwa kesadarannya adalah kesadaran Roh Universal. Dengan tingkat kesadaran Roh Universal seperti ini, roh individual masih sadar bahwa dirinya yang merupakan bagian dari Roh Universal yang Eksistensinya SATU dengan Eksistensi SANG AKU (TUHAN).

Demikianlah Jiwa (roh individual), Rahsa (Roh Universal/Serr- i Haqq), dan SANG AKU (Tuhan) adalah SATU KESATUAN yang Tak Terpisahkan. Oleh karena itulah maka Tuhan itu sangat dekat, seperti dilukiskan qur’an:

“Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat.”
(QS Al Baqarah : 186).

Dan demikian, maka :

”Barang siapa mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya”.

Jalan pengenalan Tuhan ini ditempuh melalui lorong-lorong Kesadaran secara bertahap dari luar ke dalam secara berurutan: memasuki kesadaran tubuh, kepada kesadaran intelek, kepada emosi, masuk kedalan jiwa (roh individual), dan melalui rahsa (Roh Universal) Bersaksi bahwa:

“Keberadaan Pusat dari Segala Eksistensi – adalah SANG AKU (TUHAN)”.

Dengan mengetahui Diri Sendiri berarti mengetahui Tuhan Sang Pencipta dan mengetahui Alam Semesta yang diciptakannya, tulis Rabbi Scheneur Zalman mengutip Teks mistik Yahudi kuno.

Pengetahuan tentang jiwa akan menuntun kita kepada “Pusat Diri Yang Paling Dalam” yang “Kekal”. Karena memang Tuhan ADA disini, di dalam Jiwa ini.

 
Forum » Info Ilmu Islam » Pengetahuan Marifat » EKSPLORASI LANJUT ATAS DIRI, KESADARAN, DAN TUHAN (The Greatest Secret Of God Quotient 2)
Page 1 of 11
Search: