PULSA-Pulsa Termurah |Dealer Pulsa Elektrik-Distributor Pulsa Murah Bisnis Pulsa Elektrik Pulsa murah Voucher Elektronik USSD Download gratis Free Forex MT4 EA Expert Advisor Fusion
Jumat, 2016-12-09, 1:13 AM

Pulsa Elektrik Termurah Jateng-Jakarta-Jogja-Jatim_Bandung

Detail Menu


Pulsa Elektrik
Download Gratis
Menu Utama
Free Backlink
Business Blogs
business blog Free Backlink Exchange-Tukar Link Sistema Enlaces Reciprocos Sistema Enlaces Reciprocos
Just copy this banner code to your website or blog:This program is a free automatic backlinks exchange services and free web traffic from other users. Everyone knows how important backlinks to get a high pagerank. Here, we offer a backlink for free and very fast for your sites. Copy the html code first, and then paste to your website or blog. To view your backlink you can click the image link from your website or blog. And well... your website url done and will be displaying in last references. If any visitors click this banner from your website or blog, your url backlink will be creating automatically in this website. Enjoy with this seo tricks.   

Recent Referer Backlinks

Backlink Friend

Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink Kostenlose Backlink Austausch Cárdenas.net Free Backlinks DAHOAM Free Backlinks Linki Linki Free Backlinks ECBanner Die Gute Saat Free Automatic Link Die Gute Saat Free Automatic Link Free Backlinks Exchange Free Automatic Link kostenlose backlinks Free Automatic Link echange de liens Free Automatic Link Free Automatic Link Intercambio de enlaces Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Elvira Links Free Automatic Link Free Automatic Link Intercambio gratis de Enlaces Free Backlinks Free Backlinks Free Backlinks Free Backlinks Enlaces Gratis Unlimited Backlink Exchange Unlimited Backlink Exchange Free Backlinks Streichquartett Tradiciones Peruanas de Ricardo Palma














Streichquartett Automatic Backlink Exchange Free Automatic Link Multiple Backlinks


La Bonne Semence Free Automatic Link Plugboard Free Backlink Exchange
Web Link Exchange Text Backlink Exchanges Soqoo Link Exchange Text Back Link Exchange Text Back Links Exchange Text Back Links Exchanges backlink Hochzeitsmusik - Streichquartett backlink backlink Free Auto Backlink Generator Get a Free Backlink Florists Links top backlinks referers free Get a Free Backlink trafic backlinks Kostenlose Backlinks bei http://www.backlink-clever.de
SEO-Supreme Professional search tools for free referents backlinks backlinks refere free instant backlink for blog and website
[ New messages · Members · Forum rules · Search · RSS ]
Page 1 of 11
Forum » Info Ilmu Islam » Pengetahuan Marifat » BERSILATURAHMI DENGAN ALLAH (BAB 1. Kesadaran Ber-Tuhan adalah Fitrah Manusia)
BERSILATURAHMI DENGAN ALLAH
dibyoDate: Kamis, 2009-10-08, 1:19 AM | Message # 1
Colonel
Group: Administrators
Messages: 154
Reputation: 0
Status: Offline
BERSILATURAHMI DENGAN ALLAH

BAB 1. Kesadaran Ber-Tuhan adalah Fitrah Manusia

……………………
Ketika masih dalam alam arwah Allah bertanya kepada Jiwa :
“ Apakah AKU ini Tuhan-mu ? Dan jiwa-pun menjawab : Ya, kami telah naik saksi “
………………………………………….

Manusia adalah makhluk yang paling mulia diantara seluruh makhluk yang diciptakan oleh TUHAN. Kemuliaan manusia terletak pada maksud TUHAN untuk menciptakan manusia itu sendiri, yaitu :

Untuk menyembah Sang Penciptanya, sebagaimana yang disebutkan dalam qur’an : Dan AKU tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya menyembah-KU (QS Al-Dzariyat :56).
Untuk menjadi wakil Sang Pencipta dimuka bumi atau Khalifahnya sebagaimana tersebut dalam Firman-NYA, Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman : Sesungguhnya AKU mengangkat Adam menjadi Khalifah dimuka bumi (QS. Al-Baqarah : 30).

Kedua fungsi tersebut menunjukkan bahwa fitrah manusia itu berhubungan erat dengan Sang Penciptanya. Atau dengan kata lain, bahwa manusia sebenarnya adalah makhluk yang fitrahnya ber-Tuhan : mengakui adanya Tuhan yang menciptakan, mengelola dan menguasai alam semesta. Inilah naluri dasar dari manusia, mempunyai “Kesadaran berke-Tuhan-an”.

Namun, lambat laun Kesadaran berke-Tuhan-an ini menjadi tenggelam karena ditumpuki kesadaran-kesadaran rendah lainnya. Ketika berada dalam saat-saat kritis atau dalam keadaan kesulitan, dimana ketika itu manusia telah tidak lagi mampu mengatasinya secara spontan “Kesadaran Fitrah ini” sering kali muncul. Manusia menjadi ingat dan sadar kembali akan arti peranan Sang Tuhan.

Ketika ditimpa musibah, dari batin manusia yang paling dalam sering menyeruak kata-kata : “Ya Tuhan sekiranya Engkau lepaskan saya dari kesulitan ini, dari musibah ini, dari penderitaan ini, dari bahaya ini, niscaya kami akan menjadi orang yang beriman dan berterima kasih kepada-MU”. Ini adalah naluri dasar setiap manusia – “Kesadaran berke-Tuhan-an”.

Secara ilmiah para ilmuwan juga telah membuktikan bahwa berke-“Tuhan-an” adalah fitrah manusia. Diantaranya adalah penelitian yang yang dilakukan oleh neuropsikolog Michael Persinger di awal tahun 1990-an, dan adalah penelitian yang lebih baru pada tahun 1997 oleh neurology V.S, Ramachandran bersama dengan timnya di Universitas California mengenai adanya “God Spot” atau “titik Tuhan” dalam otak manusia. Pusat spiritual yang terpasang ini terletak diantara hubungan-hubungan saraf dalam cuping-cuping temporal otak. Melalui pengamatan terhadap otak dengan topografi emisi positron, area-area saraf tersebut bersinar manakala subjek penelitian diarahkan untuk mendiskusikan topic spiritual atau agama. Reaksinya berbeda-beda sesuai dengan budaya masing-masing, yaitu orang-orang Barat menanggap penyebutan “TUHAN”, orang Buddha dan masyarakat lainnya menanggapi apa yang bermakna bagi mereka. Aktivitas cuping temporal tersebut selama beberapa tahun telah dikaitkan dengan penampakan mistis para epilepsy dan pengguna obat LSD. Penelitian Ramachndran adalah penelitian yang pertama kali menunjukkan bahwa cuping itu juga aktif pada orang normal. “Titik Tuhan” tidak membuktikan adanya TUHAN, tetapi menunjukkan bahwa otak telah berkembang untuk menanyakan “pertanyan-pertanyaan pokok”, untuk memiliki dan menggunakan kepekaan terhadap makna dan nilai yang lebih luas, termasuk persoalan-persoalan mengenai Ketuhanan..

Jiwa : Unsur Kemuliaan Manusia
Jiwa manusia diciptakan secara berbeda dengan mahkluk lainnya karena ia adalah tiupan dari roh Tuhan (min-ruhi), dengan demikian hakikat dari jiwa adalah dekat dengan asalnya, Tuhan.

Menurut hampir semua kepercayaan dan pandangan spiritual meyakini bahwa hakikat jiwa manusia itu dekat/ satu dengan Tuhan karena ia berasal dari Tuhan. Islam menjelaskan konsep hubungan antara roh atau jiwa dan Tuhan sebagai min-ruhi dan Rabb, dimana min-ruhi (roh-KU) adalah berasal dari AKU (Rabb/Tuhan). Sebagaimana Firman-NYA, Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat : “AKU akan menciptakan manusia dari tanah liat yang dibentuk. Setelah AKU sempurnakan bentuknya dan AKU tiupkan ruh-KU kedalamnya, hendaklah kalian tunduk bersujud kepadanya”. (QS. Al-Hijr :28-29).

Dalam Hindu juga dijelaskan bahwa jiwa (Atman) itu berasal dari Brahman (Tuhan). Orang-orang Hindu membicarakan tentang “Diri yang bersemayam, yang bersinar meskipun Ia tersembunyi di balik semua benda”, dan tentang “cahaya ketuhanan yang secara misterius hadir dan bersinar kepada setiap orang”.

Dalam ajaran mistik Kristiani Barat pun dijelaskan hubungan erat antara manusia dengan Tuhan sebagai asalnya. Dalam Kitab Ayub dilukiskan, “Namun, ruh yang ada pada manusia, nafas Yang Maha Kuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.”(32:8). Dalam Injil Lukas dikatakan, “Kerajaan Tuhan bersemayam dalam dirimu”.

Berbicara tentang hakikat jiwa manusia yang dekat/ satu dengan TUHAN ini, ada baiknya kita simak pendapat seorang bijaksana dari Blambangan, Bathara Slamet Oetomo bahwa : “Hubungan antara jiwa dengan Tuhan adalah analog dengan hubungan antara anak ayam dengan induknya. Anak ayam secara naluriah adalah selalu mencari induknya, sedangkan induk ayam selalu bernaluri melindungi anaknya. Demikian juga dengan jiwa manusia sebenarnya mempunyai naluri dasar untuk selalu mencari/ kembali kepada Tuhan. Sedangkan Tuhan sendiri selalu melindungi manusia dengan Cinta : Kasih-Sayang NYA.”

Kembali Kepada Kesadaran Fitrah,
Sekarang kita sadar bahwa Kesadaran Fitrah kita adalah berke-Tuhan-an, untuk itu kini saatnya kita harus kembali kepada Kesadaran Asli ini. Dan Kesadaran ini adalah Kesadaran-nya jiwa, bukan kesadaran tubuh, pikiran atau emosi. Kesadaran ini harus dibangkitkan kembali.

Untuk itu kita harus berurusan dengan jiwa kita. Berurusan dengan Jiwa, pertama-tama yang harus kita lakukan adalah menemukan kembali kesadaran bahwa Jiwa sebagai inti atau pusat dari manusia. Karena diri sejati manusia bukanlah tubuh, pikiran atau emosinya. Diri sejati manusia adalah ruh atau jiwanya. Tubuh, pikiran daan emosi hanyalah alat-alat dari sang jiwa dalam kaitan eksistensinya di dunia, dan bukanlah sejatinya manusia. Jiwalah inti dari manusia, jiwalah pusat dari manusia, jiwalah pusat atau inti dari kesadaran. Jiwalah yang mengenal Tuhan.

Sedikit lebih jauh dengan Kesadaran-nya jiwa. Menurut psikologi tradisional Jawa (yang diungkapkan oleh Sultan Agung dalam bukunya : Kekiyasan Pangracutan dan Ronggowarsito dalam bukunya Hidayat jati) : Kesadaran manusia pada dasarnya tersegmentasi pada tiga (3) bentuk, yaitu :

Cipta atau Intelek : bentuk kesadaran yang memungkinkan manusia untuk berpikir. Wahana jasmaniah dari cipta dinamakan dengan Baitul Makmur yaitu Kepala, didalam kepala ada otak, diantara otak ada manik, didalam manik ada emosi dan didalam emosi ada suksma/ jiwa atau ruh.

Karsa atau Motivasi : bentuk kesadaran yang menyebabkan manusia bisa berkehendak (timbul motivasi). Wahana jasmaniah dari Karsa adalah Baitul Muharam yaitu Dada, didalam ada ada hati (lever), diantara hati ada jantung, didalam jantung ada jinem (keinginan/ kehendak), di dalam jinem ada emosi, di dalam emosi ada suksma/ jiwa atau ruh.

Rasa : bentuk kesadaran yang menyebabkan manusia dapat merasakan sesuatu keindahan/ kenikmatan. Wahana jasmaniah dari Rasa adalah Baitul Mukadas atau Kemaluan, diantara kemaluan ada pringsilan (kantung testis), didalam pringsilan ada mani, didalam mani ada madi, didalam madi ada wadi, didalam wadi ada manikem/ jiwa atau ruh. Dalam buku klasik jawa yang berjudul “Wewadining Rasa” disebutkan bahwa seluruh rasa ditubuh pusatnya adalah kemaluan. Bentuk dari puncak rasa adalah kenikmatan bersetubuh (orgasme) yang tempatnya ada di kemaluan.

Menurut terminologi psikologi klasik jawa ini, sesungguhnya yang menjadi akar, pusat atau inti dari ketiga bentuk kesadaran adalah Suksmo, Jiwa atau Ruh. Sedangkan Cipta, Karsa maupun Rasa adalah hanya bentuk eksoterika Jiwa saja. Oleh karena itulah, maka untuk menjadi manusia yang sadar akan sejatinya (dirinya yang sesungguhnya), manusia harus paham, mengerti atau sadar dengan diri esoteriknya yang tidak lain adalah jiwa.

Jiwa yang dalam qur’an disebut dengan min-ruhi adalah bersifat ilahiah dan tidak diciptakan sebagaimana mahkluk lain, akan tetapi berasal dari teofani atau tiupan Tuhan. Oleh karena itulah maka Tuhan memerintahkan para Malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Adam.

Latihan Menimbulkan Kembali Kesadaran BerTUHAN

Dalam proses menimbulkan kembali kesadaran ber-Tuhan hal yang pertama kali harus kita sadari adalah bahwa :

“Inti atau Pusat dari manusia adalah Jiwa, Dan Jiwa berasal dari Tuhan, Oleh karena itulah maka : Jiwa haruslah dekat/ kembali kepada Tuhan”

Menyadari Eksistensi Jiwa

Sebagai latihan praktis untuk menyadari eksistensi Jiwa, saya akan bagikan sebuah best practice. Untuk itu, saya persilakan Anda untuk mengikuti langkah-langkah sederhana berikut :

· Sebagai pendahuluan latihan, mari kita lakukan relaksasi fisik, relaksasi pikiran dan emosi terlebih dahulu.
· Setelah itu, marilah kita arahkan perhatian pada diri sendiri dan untuk sementara waktu putuskan segala perhatian terhadap dunia luar, dengan keadaan mata terpejam, kemudian pusatkan perhatian/ lihat dengan batin Anda Baitul Makmur atau kepala. Amati keadaannya, Anda akan tahu bagaimana Anda melakukan kegiatan berpikir, bagaimana Anda mengingat sesuatu, bagaimana Anda membayangkan sesuatu. Itulah keramaian yang ada di wahana Baitul Makmur : riuhnya kegiatan Cipta. Kita amati terus dan kita cari siapakah sebenarnya yang berpikir, yang mengingat, yang berimajinasi. Dan Anda akan menemukan bahwa yang melakukan semua kegiatan Cipta adalah sang pengamat itu sendiri, tidak lain adalah diri Esoterik kita : Jiwa. Adalah Jiwa yang merupakan inti kesadaran Cipta, adalah Jiwa yang merupakan inti eksistensi kita sendiri.

· Kemudian arahkan perhatian Anda pada Baitul Muharam atau dada, kita amati keadaannya. Apa yang ada di dalam wahana ini ? Dengan perhatian yang seksama kita akan mendengar keinginan-keinginan dan kecamuk kata yang berasal dari dalamnya. Itulah keadaan yang ada di wahana Baitul Muharam : aktivitas-aktivitas Karsa. Kita teruskan, kita amati dan cari tahu siapakah sebenarnya yang berkata-kata atau yang berkeinginan itu. Anda akan menemukan bahwa yang melakukan semua kegiatan Karsa adalah sang pengamat itu sendiri, tidak lain adalah diri Esoterik kita : Jiwa.

· Kemudian arahkan perhatian Anda pada Baitul Mukadas atau kemaluan kita, kita amati keadaannya. Apa yang ada di dalam wahana ini ? Dengan perhatian yang seksama kita akan merasakan adanya rasa birahi, yang merupakan puncak dari segala rasa yang berasal dari dalamnya (apabila Anda perhatikan diri ketika sedang terangsang secara sexuil, Anda akan dapat betul-betul dapat menemukan apa yang disebut Rasa). Itulah keadaan yang ada di wahana Baitul Mukadas : hasil dari aktivitas Rasa. Kita teruskan, kita amati dan cari tahu siapakah sebenarnya yang merasakan orgasme. Anda akan menemukan bahwa yang melakukan semua kegiatan Rasa adalah sang pengamat itu sendiri, tidak lain adalah diri Esoterik kita : Jiwa.

Inti dari Cipta, Karsa dan Rasa adalah Jiwa. Yang berpikir, berkeinginan, merasa adalah Jiwa. Dan Jiwa mempunyai indra yang disebut dengan kesadaran (rasa ingat), indra-Jiwa ini selalu aktif dalam jaga, tidur maupun ketika Jiwa lepas dengan jasad, akan tetap melekat bersama Jiwa. Sadarilah bahwa : Aku - Diri yang Sesungguhnya adalah Jiwa.

Peneguhan akan Sang Jiwa

Untuk meneguhkan kesadaran Jiwa, dapat kita lakukan dengan langkah-langkah berikut :

Relaksasikan tubuh, pikiran, emosi serta atur-nikmatilah alunan nafas Anda, Pejamkan mata dan mulailah merasakan tubuh anda, perhatikanlah kerja panca indra, lihatlah gerak pikiran dan gejolak emosimu, konsentrasikan seluruh perhatian pada Diri Pribadi, maka temukan dan sadarilah bahwa ;

Aku

Bukanlah badan

Aku

Bukanlah pikiran

Aku

Bukanlah nafsu

Aku adalah

KESADARAN

Aku adalah wujud yang engkau mengenalnya dengan sebutan JIWA, SUKSMA atau SOUL

Aku adalah Diri Sejatimu,

Aku adalah pusat HIDUPmu

Kata-kata-Ku adalah Nuranimu yang tiada pernah berbohong
Suara-Ku adalah kebenaran sejati dari dalam dirimu

Nafas adalah tanda adanya Aku,
Melihat, Mendengar, Merasa, Memikir adalah kerja dari sadar-Ku

Aku adalah aliran HIDUP dari TUHAN

Aku terhubung erat sekali dengan TUHAN

GERAK-Ku : GERAK badan-Ku, GERAK pikir-Ku, GERAK emosi-Ku, GERAK Aku......................

di-GERAKkan TUHAN

Badan, pikiran dan nafsu hanyalah alat-alat Ku

Yang melihat, mendengar, merasa dan berfikir adalah Aku - Yang SADAR adalah Aku

Aku mempunyai indra yang disebut dengan rasa ingat, indra-Ku ini selalu aktif dalam jaga, tidur maupun ketika Aku lepas dengan jasad-Ku kelak, akan tetap melekat bersama-Ku

Dalam keadaan jaga Aku ada,
Dalam keadaan tidur Aku ada, mimpi-mimpimu selalu melibatkan Aku

Hakikat Aku adalah netral dan berdiri sendiri, diluar badan, pikiran dan emosi

Namun jika Aku larut dalam pikiran kalut Aku menjadi kalut
Jika Aku larut dalam sedihnya emosi Aku menjadi sedih
Jika Aku larut dalam rasa sakitnya badan Aku menjadi sakit

Sebagai akhir dari latihan ini, marilah kita sadari secara mendalam dan tegaskan dalam kesadaran bahwa :

Aku adalah pusat diriku
Aku adalah pengendali badan, pikiran dan emosi
Aku ada dalam badan dan juga diluar badan
Aku tidak tergantung dari badan, pikiran dan emosi

sadarilah Aku adalah Jiwa

Setelah menegakkan Jiwa langkah berikutnya adalah Menggugah kesadaran ber-Tuhan. Setelah menemukan/ merasakan/ menyadari inti atau pusat dari eksistensi kita, yaitu jiwa. Tiba saatnya untuk menimbulkan Niat dari Sang Aku, yaitu Kemauan Jiwa yang kuat untuk sungguh-sungguh kembali kepada asal Jiwa, untuk kembali kepada Tuhan. Dengan segenap Jiwa - sepenuh kesadaran mari kita katakan dalam batin bahwa “Aku akan kembali pada-MU Tuhan, Aku akan menuju-MU Tuhan, Aku bergerak mendekat pada-MU Tuhan”.
BHRE TANDES

 
Forum » Info Ilmu Islam » Pengetahuan Marifat » BERSILATURAHMI DENGAN ALLAH (BAB 1. Kesadaran Ber-Tuhan adalah Fitrah Manusia)
Page 1 of 11
Search: